Analisis Tindakan Keperawatan Yang Dilakukan perawat terhadap pasien preoperatif di ruang bedah RS X

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Operasi merupakan tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh (Smeltzer and Bare,   2002). preoperatif merupakan tahapan awal dari keperawatan perioperatif. Preoperatif adalah fase dimulai ketika keputusan untuk menjalani operasi atau pembedahan dibuat dan berakhir ketika pasien dipindahkan ke meja operasi ( Smeltzer and Bare, 2002 ).keperawatan preoperatif merupakan tindakan yang dilakukan oleh perawat dalam rangka mempersiapkan pasien untuk dilakukan tindakan pembedahan dengan tujuan untuk menjamin keselamatan pasien intraoperatif (Aktivitas yang dilakukan perawat di ruang operasi). Persiapan fisik maupun pemeriksaan penunjang serta persiapan mental sangat diperlukan karena kesuksesan suatu tindakan pembedahan pasien berawal dari kesuksesan persiapan yang dilakukan selama tahap persiapan. Kesalahan yang dilakukan pada saat tindakan preoperatif apapun bentuknya dapat berdampak pada tahap-tahap selanjutnya, untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara masing-masing komponen yang berkompeten untuk menghasilkan outcome yang optimal, yaitu kesembuhan pasien ( Rothrock ,1999). Kegiatan keperawatan yang dapat dilakukan sesuai peran perawat perioperatif antara lain mengidentifikasi factor – factor yang mempengaruhi resiko pelaksanaan operasi, mengkaji kebutuhan fisik dan psikologis dan memfasilitasi persiapan fisik dan psikologis selama masa pra pembedahan ( Taylor , 1997 ). Menurut Chitty Kay. K ( 1997), peran perawat dalam perawatan pasien adalah pemberi pelayanan, pendidik, konselor, manager, peneliti dan kolaborator.

Adapun implementasi keperawatan yang diselenggarakan dapat berupa melakukan tindakan, mendelegasikan tindakan, melakukan pengajaran, memberikan konseling, melakukan pencatatan dan pelaporan serta tetap menjalankan pengkajian berkelanjutan.

Salah satu prosedur pasien yang akan masuk rawat inap adalah sudah terdiagnosa dari poliklinik/UGD tentang penyakit yang diderita serta rencana penanganannya. Dengan dasar ini seharusnya perawat sudah mengetahui program setiap pasien yang masuk ke rawat inap, salah satunya yang telah direncanakan untuk dilakukan tindakan operasi. Sehingga prosedur tindakan preoperasi bisa dipersiapkan sejak dari sini agar pelaksanaan tindakan operasi dapat berjalan dengan lancar. Namun kenyataanya perawat kurang memperhatikan hal ini, sehingga pasien yang berencana untuk dilakukan tindakan operasi belum ada perlakuan khusus tentang persiapan tindakan operasi yang akan dijalani. Perawat umumnya mempersiapkan preoperasi bila pelaksanaan operasi sudah dekat atau bahkan persiapan preoperasi dilaksakan bila pasien sudah nyata – nyata terdaftar untuk dilakukan operasi. Tentunya waktu ini sangat singkat untuk menjalankan semua persiapan operasi yang seharusnya dilakukan, akibatnya persiapan operasi tidak maksimal. Sehingga dimungkinkan masih terjadi kegagalan dilakukan operasi karena tidak adanya persiapan perawat.

 

 

 

Prosedur ini diharapkan menjadi pedoman paramedis dalam upaya mempersiapkan pasien preoperatif, sehingga persiapan preoperatif dapat dilakukan dengan baik. Di Indonesia hampir setiap rumah sakit mempunyai prosedur tentang tindakan preoperatif. Di rumah sakit Dr. Kariadi telah dibuat cek list tindakan preoperatif yang harus dilaksanakan, namun penelitian terkait sejauhmana tindakan keperawatan yang diterima pasien preoperatif belum pernah dilakukan. Disamping itu tindakan preoperatif yang diselenggarakan oleh perawat apakah sudah dilakukan dengan baik dan apakah sudah dilakukan secara holistik juga belum ada data yang jelas.

Melihat fenomena di atas pada penelitian ini akan dipelajari jenis – jenis tindakan keperawatan yang dilakukan perawat terhadap pasien preoperasi sehingga hasilnya diharapkan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas pelayanan preoperasi.

 

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu Tindakan keperawatan apa sajakah yang telah dilakukan perawat terhadap pasien preoperatif di ruang bedah RS X.

1.3  Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Mengetahui Jenis-jenis  tindakan keperawatan preoperasi (preoperatif care) yang diterima pasien preoperasi di ruang bedah RS X

2. Tujuan khusus

a. Mendeskripsikan karakteristik ( Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, dan                            Status pembiayaan) pasien preoperasi di RS X

b. Mendeskripsikan jenis – jenis tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat                           terhadap pasien preoperatif di ruang bedah RS X

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :

1. Perawat

Dapat digunakan sebagai pedoman bagi perawat dalam melakukan asuhan                                      keperawatan supaya pasien pre operatif terpenuhi semua kebutuhannya.

2. Rumah Sakit

Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau entry point dalam upaya                                    meningkatkan pelayanan untuk pasien. Yaitu terkait dengan dikeluarkannya kebijakan                       untuk memberikan pelayanan terbaik dalam managemen perawatan preoperatif

3. Peneliti

a. Menambah wawasan bagi peneliti tentang tindakan keperawatan preoperasi.

b. Menerapkan secara langsung ilmu tentang tindakan keperawatan pasien preoperatif

c. Sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan metodologi penelitian berikutnya.

d. Sebagai gambaran informasi bagi peneliti berikutnya.

4. Institusi pendidikan

Dapat memberikan tambahan khasanah pengetahuan tentang preoperatif care.